Minggu, 31 Agustus 2014

Lexus Mulai Ancam BMW dan Mercedes-Benz

Detroit, KompasOtomotif - Lexus kembali bergairah untuk bersaing di segmen mobil mewah, dengan dua rivalnya BMW dan Mercedes-Benz. Sebelumnya penjualan Lexus di pasar besar seperti Amerika Serikat, sempat tertinggal jauh dalam tiga tahun terakhir.

Divisi mobil mewah Toyota ini sudah mampu mendekati angka penjualan BMW dan Mercedes-Benz. Pada Mei lalu di AS, Lexus mampu mendekati dua pabrikan Jerman tersebut dengan total penjualan mencapai 12.000 unit.

Perbedaan angka penjualan dengan BMW dan Mercy diprediksi bakal semakin mengecil, dengan hadirnya NX sebagai crossover kompak pertama milik Lexus. Selain itu, masih ada RC yang mengisi model sport coupe dan menutup line-up model di tahun ini.

"Volume penjualan bukanlah tujuan utama, tapi kami sudah melakukan tugas dengan baik. Sangat menyenangkan konsumen menyambut produk-produk baru Lexus, dan dalam dua tahun terakhir kami punya model yang laris di pasaran," ujar Mark Templin, Wakil Presiden Eksekutif Lexus, seperti dikutip Autonews, Senin (9/6/2014).

Berakhirnya dominasi 11 tahun
BMW dan Mercedes-Benz menyalip Lexus sejak awal 2011, dimana ada musibah gempa bumi dan tsunami yang melanda Jepang. Situasi tersebut mengganggu produksi sebagian besar pabrikan asal Jepang, termasuk Toyota dan Lexus.

Merosotnya penjualan pada Maret 2011, sekaligus mengakhiri dominasi 11 tahun Lexus di pasar Amerika Serikat, untuk kategori penjualan tertinggi mobil premium. Lexus menargetkan bisa kembali mendominasi penjualan, dengan momentum di 2014 ini.

Lexus mampu masuk lagi dalam persaingan setelah menelurkan model sedan IS dan model SUV, GX. Tahun depan, targetnya ada di posisi dua di belakang Mercedes, dengan penjualan mencapai angka 30.000 unit.
Read More

Toyota Thailand dan Indonesia Berebut Jatah Ekspor

Jakarta, KompasOtomotif - Kondisi perekonomian yang tengah terpuruk di Thailand membuat sejumlah prinsipal otomotif di negara itu kelimpungan. Pasar domestik yang turun hingga 43,1 persen pada periode empat bulan pertama tahun ini, membuat mereka mencari cara untuk menjaga perusahaan tetap bisa untung.

Satu-satunya cara adalah dengan mengimbangi penurunan pasar domestik melalui kinerja ekspor. Cara ini, bisa membuat kapasitas pabrik yang sudah beroperasi (utilisasi) tidak terlalu terganggu dan mengurangi pemasukan perusahaan.

Maklum saja, Toyota saat ini punya kapasitas produksi 800.000 unit di Thailand, jauh di atas (Toyota) Indonesia yang cuma 250.000 unit per tahun. Dengan kapasitas yang besar ini, sumber internal Toyota Indonesia mengatakan, saat ini (Toyota) Thailand lagi berusaha untuk meminta pada prinsipal untuk mengembalikan jatah ekspor yang semula sudah dilimpahkan ke Indonesia.

Kini,  Toyota Indonesia di bawah naungan PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) dan PT Toyota Astra Motor mencoba mati-matian mempertahankan ekspor. Menanggapi hal ini, I Made Dana Tangkas, Direktur TMMIN, masih belum mau gamblang menjelaskan masalah yang terjadi.

"Tentunya, perkembangan ekspor (Toyota) Indonesia sangat positif, konsumen bisa melihat dari beberapa negara di Timur Tengah yang menyambut baik produk dari Indonesia. Kalau bicara soal itu (relokasi ekspor), saya masih belum bisa menjawab karena menunggu situasi total, tidak bisa langsung," beber Made kepada KompasOtomotif, Senin (2/6/2014).

Relokasi
Indonesia selama ini masih dibayang-bayangi Thailand sebagai basis produksi utama Toyota di Asia Tenggara. Fortuner misalnya, sejak 2010 akhirnya prinsipal memutuskan untuk mulai memindahkan basis ekspor SUV menengah itu dari Thailand ke Indonesia. Relokasi ini cukup alot melalui tarik-ulur kepentingan antara Toyota Indonesia dan Thailand.

Tahun lalu, Toyota Indonesia juga mulai berhasil "merampas" jatah ekspor Yaris dan sedan Vios dari Thailand. Tapi, lepasnya ekspor Yaris dari Thailand ternyata sengaja dilakukan, karena Thailand akan memproduksi varian Yaris lain bergenre "Eco Car". Model ini dipercaya punya potensi pasar jauh lebih besar ketimbang model mesin konvensional yang dilimpahkan untuk Indonesia.

Kini, Toyota Thailand coba mengembalikan jatah ekspor yang dilimpahkan ke Indonesia, dengan dalih menjaga kesehatan perusahaan menghadapi krisis politik di negeri gajah putih. "Soal itu saya belum bisa bicara banyak," lanjut Made.

Tahun lalu, kinerja ekspor Toyota Indonesia tercatat 118.000 unit. Dengan target kenaikan itu, maka Toyota berusaha mengejar pengiriman unit secara utuh (CBU) mencapai 153.400 unit. 
Read More

Sabtu, 30 Agustus 2014

Hyundai Veloster Midship Tembus 300 PS

Busan, KompasOtomotif- Hyundai unjuk gigi di kampung halamannya, Korea Selatan. Mobil konsep performa, Veloster Midship, diperkenalkan di Busan International Motor Show 2014, yang berlangsung (30/5/2014 – 8/6/2014).
Mobil sport 2-penumpang ini dikembangkan oleh High Performance Team, divisi Hyundai yang juga bertanggungjawab menciptakan i20 WRC. Pengembangan baru disebut hanya bertujuan mengeksplorasi potensi sasis Veloster, kupe 3-pintu dengan fungsionalitas hatchback yang pernah mejeng di IIMS 2013.
Dikenal juga dengan kode internal, RM (Rear Mid), yang dipasangi mesin 2.0 liter, Theta GDI,turbocharger, bertenaga 300 PS, diletakan di bagian tengah mobil. Tepatnya, di belakang penumpang, di antara jarak poros roda. Suspensi rigid, ringan, bermaterial alumunium. Hyundai mengklaim distribusi bobot seimbang, ideal buat melibas tikungan. Layout keseluruhan dikatakan menyerupai supercar.
Walaupun statusnya mobil konsep, namun dapat digunakan di dunia nyata. Meski demikian, Hyundai tidak menyebut tentang versi produksi.
Read More

BMW: Pasar Otomotif Global akan Tumbuh Tahun Ini

Frankfurt, KompasOtomotif - Grup BMW memprediksi kalau pasar otomotif global akan meningkat pada 2014, seiring dengan target penjualan yang ditetapkannya. Permintaan pasar akan didorong oleh kawasan Amerika Utara, China, dan perbaikan kondisi di Eropa.

"Tahun ini dianggap sebagai masa kesempatan tumbuh bagi industri otomotif global," sebut BMW, dalam rapat umum tahunan perusahaan di Frankfurt, Jerman, (15/5/2014). Chief Executive OfficerBMW, Norbert Reithofer, mengatakan, potensi pertumbuhan tetap ada meski masih ada kerentanan. "Semua menjadi lebih kompleks dan lebih global," jelas Reithofer, dilansir Bloomberg(15/5/2014).

Grup BMW, termasuk MINI dan Rolls-Royce, pada 2014 menargetkan penjualan global tembus 2 juta unit. Target yang dua tahun lebih cepat dari prediksi sebelumnya. BMW berusaha terus mendorong penjualan untuk tetap memimpin pasar mobil premium dari rivalnya, Audi dan Mercedes-Benz.

Investasi
Investasi untuk mengembangkan model baru yang bisa menarik lebih banyak minat pembeli, membuat pendapatan perusahaan turun 9,5 persen periode kuartal pertama tahun ini, dari periode sebelumnya 9,9 persen. Persaingan dari dua rival merek premium juga semakin ketat, apalagi Mercedes-Benz sudah menargetkan akan kembali memimpin penjualan mobil premium pada 2020.

Di segmen sedan mewah, Mercedes-Benz S-Class sudah berhasil menggeser BMW Seri-7, dalam persaingan penjualan periode empat bulan pertama 2014. S-Class berhasil terjual 61.750 unit, naik 12 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Mercedes-Benz juga berniat melepas 30 model baru dan facelift sampai 2020 untuk mengalahkan BMW.

Audi juga tidak tinggal diam, memastikan akan melepas 17 model baru atau facelift tahun ini, termasuk penyegaran mobil sportnya, TT. Perbedaan penjualan Audi dengan BMW hanya terpaut 7.200 unit periode Januari-April 2014, lebih dekat jaraknya dibanding tahun lalu sampai 9.000 unit.

Bertahan
BMW juga tentu ingin mempertahankan diri sebagai pemimpin pasar mobil premium. Pabrikan yang berbasis di Munich ini, sudah melepas model baru Seri-4 kupe, X4, dan Seri-2 Active Tourer, dan i8 mobil sport hibrida "plug in". 

Reithofer mengatakan, 16 model baru dan facelift yang diluncurkan ke pasar berhasil mendongkrak penjualan. "Investasi mengamankan masa depan kami. Keberhasilan ekonomi, inovasi, dan kekuatan keuangan akan memberikan kita kekuatan yang kita butuhkan untuk melakukan investasi itu," tukas Reithofer.

Read More

Jumat, 29 Agustus 2014

Perebutan Pasar Jazz dan HR-V di Indonesia

Bali, KompasOtomotif - Honda Prospect Motor (HPM) pada Juni 2014 lalu baru saja meluncurkan Jazz generasi ketiga, yang dijual dengan banderol tertinggi Rp 248 juta. Sebentar lagi, IIMS 2014 (18/9/2014), akan hadir produk baru, SUV kompak, Vezel, dengan rentang harga antara Jazz dan CR-V, seperti pernah diulas pada artikel sebelumnya.

Pesaing serius Nissan Juke dan Ford EcoSport ini otomatis akan membuat konsumen Jazz galau, karena perbedaan harga yang tidak terlalu besar. Kendati beda karakter namun secara dimensi dan gaya hampir mirip karena HR-V dibangun menggunakan platform Jazz.

"Kami tidak khawatir pasar Jazz akan tergerus. Keduanya punya konsumen berbeda. Adanya HR-V merupakan pilihan bagi konsumen, yang penting kami menyediakan produk yang variatif. Selama tidak beralih ke merek lain, kita tidak masalah," ujar Jonfis Fandy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM, di sela-sela test drive All New Jazz di Bali, 27/8/2014).

Bahkan hal tersebut sudah disiasati HPM dengan memberikan 2 pilihan varian dengan mesin berbeda. Untuk kelas bawah ada mesin 1.5L i-VTEC yang sama dengan Jazz dengan tenaga 120 tk. Sementara kelas atas menggendong jantung pacu 1.8L yang saat ini digunakan Civic.

SUV kompak 5 penumpang tersebut akan mulai dijual pada IIMS 2014 dan distribusi pengiriman dimulai Januari 2015.
Read More

Inilah Sosok Generasi Terbaru Suzuki Vitara

Tokyo, KompasOtomotif – Generasi terbaru Suzuki Vitara dipastikan tampil perdana pada Paris Motor Show (PMS) 2014. Dalam video penggoda yang dirilis, Rabu, (27/8/2014), SUV tersebut tampil seutuhnya dalam cuplikan gambar.
Deskripsi produk tidak dijelaskan, tapi dari sosoknya terlihat banyak mengadopsi desain konsep iV-4 yang pernah diperkenalkan di Frankfurt Motor Show tahun lalu. Memang beberapa bagian terlihat berbeda, namun paling kentara lampu depan, gril, bumper, pelek, dan atap.
Suzuki pernah mengatakan, Vitara baru akan memiliki dua pilihan mesin, yaitu bensin dan diesel. Indikasi terbesar memiliki sistem gerak roda depan sebagai pilihan standar, selain itu juga tersedia varian gerak semua roda dengan fitur ALLGRIP yang dimiliki S-Cross.
Meski belum dikonfirmasi, jadwal penjualan diprediksi akhir tahun ini juga setelah pameran.
Read More

Kamis, 28 Agustus 2014

Hino Tetap Optimis Capai Target 40.000 Unit pada 2014



Jakarta, KompasOtomotif – Dalam periode Januari hingga April 2014, Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) berhasil memasarkan 11.625 unit. Meski diakui berjalan “seret”, pencapaian itu tetap berada di jalur untuk mencapai target 40.000 unit sepanjang 2014.
Menurut Direktur Penjualan dan Promosi HMSI, Santiko Wardoyo, total pasar kendaraan komersial pada periode Januari-April memang menurun. Kategori 3 jatuh sekitar 14 persen sedangkan kategori 2 drop berkisar 20 persen.
Ada beberapa faktor yang memengaruhi minat konsumen membeli kendaraan komersial, terutama ditinjau dari sektor industri. “Seperti kita ketahui, beberapa daerah harga sawit rontok karena produksi barangnya jelek terkait cuaca yang tidak menentu. Harganya bagus tapi barangnya (sawit) gak ada. Sektor pertambangan juga begitu. Percaya tidak percaya Pemilu juga ikut memengaruhi,” terang Santiko.
Prediksi ini telah ditelaah sejak tahun lalu. Target 2014 diturunkan dari 50.000 unit (2013) menjadi 40.000 unit. Tahun lalu, target tidak tercapai, data wholesales mengungkapkan, HMSI hanya menjual 34.472 unit. “Kita tetap push target tahun ini. Kuantiti memang turun tapi market sharekami tidak berkurang,” jelas Santiko.
HSMI tetap optimis dan peluang sangat besar, masih ada 7 bulan lagi hingga tutup tahun. Indonesia akan tetap menjadi penyumbang penjualan global kendaraan Hino terbesar setelah Jepang. “Kita sudah 7 tahun berturut-turut menjadi kontributor nomor satu penjualan global, tahun ini juga akan seperti itu,” tutupnya. 
Read More

Rabu, 27 Agustus 2014

Yamaha “Baby MT” Sulit Berkembang di Indonesia

Jakarta, KompasOtomotif – Menanggapi kelahiran sepeda motor sport MT-125 untuk Eropa, GM Marketing & Communication Development Yamaha Indonesia, Eko Prabowo, menjelaskan, hanya secuil kemungkinan “babyMT” itu dipasarkan di Tanah Air. 
MT-125 dilahirkan untuk memenuhi kebutuhan kaum urban dengan intensitas berkendara dalam kota yang tinggi. Posisi jok rendah plus setang tinggi dan lebar memudahkan manuver di kala macet. Diklaim, mesin 1-silinder, 125 cc, bertenaga 15 PS pada 9.000 rpm, dan torsi 12,4 Nm di 8.000 rpm, ampuh buat karakater tunggangan harian.
Sampai saat ini, hanya dijelaskan, pemasaran perdana dimulai di Eropa pada Juli 2014. Belum ada konfirmasi ekspansi ke Asia ataupun benua lain. “Saya belum tahu rencana Yamaha Motor Company (tentang pemasaran MT-125 ke Asia). Tapi sampai sekarang memang belum ada rencana memasukan MT-125 ke sini,” ungkap Eko kepada KompasOtomotif, Kamis (8/5/2014).

Walaupun akhirnya merambah ke pasar Asia, tetap tidak ada asa buat MT-125. Prospek pasar sepeda motor “batangan” dengan kapasitas mesin 125 cc di Indonesia dinilai kurang berkembang. Bisnis buat keluarga  "MT" dirasa lebih bagus di kelas moge impor. 
R25 “NakedNamun isu berkembang, meninjau kelahiran MT-125 dengan status sebagai versi “naked” dari R125, bentuk bodinya banyak mengenakan bahasa desain MT-09 dan MT-07. Lantas, apakah model R25 tanpa fairing akan memiliki kesamaan desain? Meladeni pertanyaan ini, Eko memilih tidak berkomentar. “No comment”, katanya singkat.
Meski demikian, Indonesia sudah pasti mendapatkan anggota keluarga terbesar “MT”, yakni MT-09 dengan mesin 3-silinder 847 cc sekaligus trail WR 250. Pada awal Mei lalu, Direktur Marketing Yamaha Indonesia, Yutaka Terada, telah mengonfirmasi tambahan model pengisi segmen CBU itu akan mengaspal di dalam negeri. Proses homologasi segera terlaksana di akhir 2014. 
Read More

Modifikasi Ringan Honda Mobilio Ala Modulo



Jakarta, KompasOtomotif - Honda Prospect Motor (HPM) boleh tersenyum dengan hasil yang diraih Mobilio. Pada Maret lalu, MPV bawah tersebut berhasil menembus penjualan hingga 10.592 unit. Dengan raihan tersebut tak membuat HPM "mengendurkan gas". Beberapa daya tarik terus digulirkan termasuk paket aksesori. Selain aksesori standar, Modulo juga ikut menyumbang beberapa pernak pernik menarik.

Konsumen bisa memesan lewat dealer atau bisa langsung dipasang sebelum mobil dikirim ke rumah. Untuk proses tersebut, aksesori diberi garansi hingga 3 tahun atau 100.000 km. Untuk pembelian dan pemasangan aksesori setelah mobil dikirim mendapat garansi setahun atau 20.000 km. Selain Modulo ditawarkan pula paket-paket menarik.

Eksterior dan interior
Untuk Modulo tersedia aksesori untuk eksterior dan interior. Aksesori untuk tampilan luar meliputi lis atas dan bawah gril, lis lampu depan, lis rumah lampu kabut, pelindung spion, pelindung tuas pintulis pintu samping, lis lampu belakang dan rear license. Kesemuanya menggunakan corak krom. Ada juga talang air, pelindung bemper depan belakang, pelapis ujung knalpot dan sensor parkir belakang. Total harga aksesori pada eksterior mencapai Rp 9,449 juta

Ruang kabin juga bisa dibuat lebih trendy dengan penambahan panel meter dengan pilihan corak metal atau karbon, dan tulisan Honda Mobilio yang menyala pada pijakan kaki, serta tambahan filter AC. Beragam karpet menarik juga bisa dipilih sesuai selera untuk kabin depan, tengah dan belakang. Tersedia pula kursi bayi yang sudah disesuaikan dengan posisi jok dengan harga Rp 12,756 juta. Seluruh penambahan tersebut (di luar kursi bayi) senilai Rp 4,637 juta.

Paket khusus
Disediakan pula 2 paket khusus lain yakni Prestige+ dengan banderol Rp 2,143 juta. Meliputi gril, lis gril, pelindung spion dan lis lampu rem yang semuanya menggunakan aksentuasi krom. Pilihan paket lain ada Deluxe yang terdiri dari rear license garnish dan pelindung spion. Harganya Rp 1,027 juta.
Read More