Senin, 01 September 2014

Daimler Kapok dengan Kebiasaan Orang Inggris

// // Leave a Comment
Munich, KompasOtomotif - Daimler AG, produsen mobil mungil Smart, kapok menghadapi kebiasaan warga Inggris. Akibatnya, produsen mobil asal Jerman ini harus menutup salah satu ranting usahanya di Inggris.

Jadi, Daimler sengaja menciptakan layanan berbagi kendaraan (car-sharing service), Car2go, untuk membuai keinginan merasakan sensasi mobil kompak dengan cara menyewa. Sayang, layanan ini tidak mendapat sambutan positif dari warga Inggris, karena kebiasaan mereka yang menganggap mobil adalah barang pribadi dan tidak bisa dibagi bersama.

"Tantangan yang kami hadapi ternyata jauh lebih signifikan dari yang kami duga. Bicara soal budaya kepemilikan yang kuat dalam kepemilikan pribadi mobil, kami memutuskan untuk angkat kaki dari Inggris," tulis Daimler dalam keterangan resminya dilansir Bloomberg (30/5/2014).

Dengan keputusan ini, maka Daimler resmi menghentikan layanan Car2Go di Inggris. Layanan ini mulai diperkenalkan di London 2012 lalu dan terus berkembang sampai Birmingham pada 2013.

Sejumlah pabrikan mobil, termasuk Bayerische Motoren Werke (BMW) terus mendorong program sewa mobil per menit untuk memberikan alternatif konsumen dalam status kepemilikan mobil. Car2Go akan terus mengikuti perkembangan di Inggris, jika ternyata ada perubahan budaya terhadap status kepemilikan mobil bersama.

Car2Go, saat ini diklaim sebagai perusahaan swa mobil terbesar di dunia yang menawarkan sensasi berkendara mobil dua penumpang Smart. Bisnis perusahaan ini sudah tersebar di 25 kota besar di seluruh dunia, dengan jumlah pelanggan sampai 700.000 orang. Bagi konsumen Car2Go di Inggris masih bisa menikmati layanan ini di 12 kota besar lain di Eropa, tanpa kehilangan biaya sewa.

0 komentar:

Posting Komentar