Rabu, 25 Februari 2015

Konsumen Pun Ditantang Uji Efisiensi Mitsubishi Mirage

// // Leave a Comment
Jakarta, KompasOtomotif - Sejak pertama kali diluncurkan pada 2012 silam, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) aktif melakukan pengujian efisiensi bahan bakar Mirage. Penghitungan ini tidak hanya dilakukan oleh jurnalis, tapi KTB juga menantang konsumen serta komunitas untuk saling adu irit.

Penghitungan efisiensi BBM Mirage ini memang dilakukan untuk membuktikan salah satu keunggulan Mirage sebagai mobil kota. Ragam hasil sudah dibukukan, dan dari semua pengetesan didapat kesempulan bahwa Mirage memang punya catatan pemakaian BBM yang irit.

Komunitas Mirage yang tergabung dalam wadah IMAC (Indonesia Mirage Club) sudah beberapa kali melakukan perjalanan bersama, sekaligus menguji tingkat efisiensi bahan bakar. Rata-rata beberapa anggota klub mengklaim Mirage miliknya sanggup menembus 20 kpl.

KompasOtomotif-Agung KurniawanMirage Eco Fun Drive kembali diadakan untuk membuktikan keiritan Mirage, kali ini di Palembang, Sumatera Selatan.

KTB juga pernah menantang pramuniaga buat merasakan keiritan Mirage dalam acara Eco Smart Drive for Mitsubishi's Smart Salesman. Pada ajang ini didapat rata-rata komsumsi BBM 16,71 kpl untuk varian CVT dan 18,47 kpl transmisi manual.

Lalu dilanjutkan dengan acara Mirage Eco Fun Drive I pada Maret 2013 silam. Kali ini pebalap nasional, media, dan konsumen saling beradu irit dengan berkeliling Jakarta. Hasilnya, dari perhitungan menggunakanMulti Information Display (MID), tercatat 25,2 kpl untuk transmisi manual dan 27 kpl untuk transmisi CVT.

Mirage Eco Fun Drive dilanjutkan pada sesi kedua, dengan diselenggarakan di 12 kota besar Indonesia, mulai November 2014-Januari 2015. Sudah ada lima kota yang menyelenggarakan, yakni Jakarta, Makassar. Semarang, Lampung, dan Palembang.

Hasilnya tidak terlalu jauh, di Jakarta mencatat 22,47 kpl (CVT) dan 19,87 kpl (transmisi manual). Di Makassar 20,10 kpl (CVT) dan 17,70 kpl (manual), Semarang mencapai 21,50 kpl (CVT) dan 20,90 kpl (manual), Lampung mencatat 22,3 kpl (CVT) dan 18,5 kpl (manual) dan Palembang menembus efisiensi 21,93 kpl (CVT) dan 23 kpl (manual).

0 komentar:

Posting Komentar